Cara menghitung HPP usaha custom tanpa salah kaprah
Kesalahan paling mahal di usaha custom bukan salah menjahit, tapi salah menghitung. Panduan ini menunjukkan cara menyusun HPP yang benar-benar menutup biaya.
8 menit baca ·
Dua jenis biaya yang harus dipisah
Biaya variabel bergerak mengikuti jumlah produksi: kain, tinta, ongkos jahit borongan, packing. Kalau produksi berhenti, biaya ini ikut berhenti.
Biaya tetap jalan terus berapa pun produksinya: sewa tempat, gaji tetap, internet, langganan aplikasi, cicilan mesin. Inilah yang paling sering lupa dimasukkan ke harga jual.
Menggabungkan keduanya sejak awal membuat perhitungan kacau. Pisahkan dulu, baru bebankan biaya tetap ke setiap unit di langkah berikutnya.
Langkah 1: hitung biaya variabel per unit
Jumlahkan semua biaya yang langsung menempel pada satu unit produk. Untuk kaos custom, contohnya kain Rp28.000, jahit Rp12.000, sablon Rp10.000, dan label plus packing Rp3.500, jadi totalnya Rp53.500 per pcs.
Jangan berhenti di sini. Tambahkan tingkat produk gagal karena kain yang salah potong dan sablon yang meleset tidak bisa dijual. Bila kegagalanmu 3 persen, biaya variabel menjadi Rp55.105 per pcs.
Langkah 2: bebankan biaya tetap ke tiap unit
Jumlahkan biaya tetap bulanan, lalu bagi dengan target produksi bulanan yang realistis. Bukan target optimis, tapi angka yang benar-benar kamu capai tiga bulan terakhir.
Bila biaya tetap Rp8.000.000 dan produksi nyata 400 pcs per bulan, setiap pcs memikul beban Rp20.000. Angka ini sering mengejutkan pemilik usaha yang selama ini hanya menghitung bahan.
Perhatikan bahwa beban ini turun bila produksi naik. Itulah alasan struktural mengapa order sepi terasa jauh lebih menyakitkan daripada sekadar kehilangan satu penjualan.
Langkah 3: tetapkan margin di atas HPP, bukan di atas bahan
HPP per unit pada contoh di atas adalah Rp55.105 ditambah Rp20.000, yaitu Rp75.105. Margin 25 persen menghasilkan harga jual sekitar Rp93.900.
Bandingkan dengan cara yang keliru: margin 25 persen di atas biaya bahan saja menghasilkan Rp35.000, jauh di bawah modal sebenarnya. Inilah sebabnya banyak usaha custom sibuk tapi kasnya tipis.
Langkah 4: cari titik impas
Titik impas adalah jumlah unit yang harus terjual sebelum kamu benar-benar untung. Rumusnya biaya tetap dibagi selisih harga jual dan biaya variabel per unit.
Pada contoh di atas: Rp8.000.000 dibagi (Rp93.900 - Rp55.105), yaitu sekitar 207 pcs per bulan. Di bawah angka itu kamu menombok, berapa pun ramainya order terlihat.
Kesalahan yang paling sering terjadi
- Tidak menghitung waktu sendiri sebagai biaya, padahal itu jam kerja yang bisa dipakai untuk order lain.
- Memakai target produksi optimis untuk membagi biaya tetap, jadi beban per unit terlihat kecil.
- Memberi diskon dari margin tanpa mengecek apakah harga akhirnya masih di atas biaya variabel.
- Menghitung ulang harga setiap ada chat masuk, jadi angkanya berbeda-beda untuk pesanan yang sama.
- Melupakan biaya sekali bayar seperti setting film dan sampel pada order kecil.
Setelah harga ditetapkan, kunci angkanya
Perhitungan yang rapi tidak berguna kalau angkanya berubah tiap kali ada yang bertanya. Simpan hasilnya sebagai daftar harga bertingkat: harga untuk 12 pcs, 24 pcs, 50 pcs, dan seterusnya.
Di Garapan, daftar itu menjadi halaman penawaran yang menghitung sendiri untuk pelanggan. Kamu berhenti menghitung manual, dan setiap orang yang bertanya mendapat angka yang sama.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Apakah HPP harus dihitung ulang setiap bulan?
- Tidak setiap bulan, tapi wajib diperbarui saat harga bahan berubah signifikan, saat menambah karyawan tetap, atau saat pindah tempat usaha. Tiga hal itu langsung menggeser biaya variabel maupun biaya tetap.
- Bagaimana menghitung HPP kalau produknya berbeda-beda tiap order?
- Hitung HPP per kelompok produk, bukan per pesanan. Konveksi cukup punya HPP untuk kaos, polo, kemeja, dan jaket. Variasi kecil di dalam kelompok itu ditangani lewat opsi tambahan berharga.
- Apakah margin 25 persen sudah cukup?
- Bergantung perputaran. Margin tipis dengan volume tinggi bisa lebih sehat daripada margin tebal dengan order jarang. Yang menentukan bukan persentasenya, tapi apakah laba bulanan menutup biaya tetap dan menyisakan kas.
Hitung langsung dengan kalkulator
Terapkan langsung di halaman harga kamu
Garapan menyimpan harga dan opsi kamu sekali, lalu menghitungkannya untuk setiap pelanggan yang bertanya.
Coba gratis 14 hari